Kategori: Article | Perkiraan waktu baca: 9 menit
Salah satu masalah klasik yang sering saya temui di jaringan pabrik: semua perangkat nyampur jadi satu network flat. CCTV, komputer admin, printer, mesin produksi yang punya IP sendiri, sampai WiFi tamu — semuanya bisa saling "lihat" satu sama lain di layer 2 yang sama. Selain nggak aman, ini juga bikin broadcast traffic jadi berat dan susah di-troubleshoot kalau ada masalah.
Solusinya: VLAN (Virtual LAN). Ini cara memisahkan jaringan secara logical tanpa perlu kabel fisik terpisah untuk tiap segmen. Di artikel ini saya mau share cara setting VLAN di MikroTik berdasarkan yang biasa saya terapkan di lingkungan kerja saya sehari-hari.
Kenapa Perlu VLAN?
Sebelum masuk ke konfigurasi, ini alasan kenapa VLAN penting terutama di lingkungan pabrik/kantor:
- Keamanan — bagian produksi nggak perlu bisa akses jaringan admin/finance, begitu juga sebaliknya
- Mengurangi broadcast domain — jaringan flat yang isinya ratusan device bikin broadcast traffic membebani semua perangkat, padahal nggak semua perlu tahu
- Manajemen lebih rapi — gampang identifikasi "ini VLAN CCTV", "ini VLAN Office", "ini VLAN Guest WiFi"
- Isolasi masalah — kalau ada masalah di satu segmen (misal broadcast storm dari device rusak), VLAN lain nggak ikut kena dampak
Skenario yang Kita Pakai
Supaya konkret, saya pakai contoh skenario pabrik kecil-menengah dengan segmentasi seperti ini:
| VLAN ID | Nama | Subnet | Peruntukan |
|---|---|---|---|
| 10 | Office | 192.168.10.0/24 | Komputer admin, staff |
| 20 | Production | 192.168.20.0/24 | Mesin produksi, PLC |
| 30 | CCTV | 192.168.30.0/24 | Kamera pengawas |
| 99 | Guest | 192.168.99.0/24 | WiFi tamu |
Langkah 1: Buat VLAN Interface di MikroTik
Masuk ke Winbox atau terminal MikroTik, lalu buat interface VLAN untuk masing-masing segmen:
/interface vlan
add name=vlan10-office vlan-id=10 interface=ether1
add name=vlan20-production vlan-id=20 interface=ether1
add name=vlan30-cctv vlan-id=30 interface=ether1
add name=vlan99-guest vlan-id=99 interface=ether1
ether1 di sini adalah interface fisik yang menghubungkan router ke switch (harus jadi trunk port, saya jelaskan di langkah berikutnya).
Langkah 2: Assign IP Address ke Tiap VLAN
Setiap VLAN butuh gateway-nya sendiri:
/ip address
add address=192.168.10.1/24 interface=vlan10-office
add address=192.168.20.1/24 interface=vlan20-production
add address=192.168.30.1/24 interface=vlan30-cctv
add address=192.168.99.1/24 interface=vlan99-guest
Langkah 3: Setting Trunk Port di Switch
Ini bagian yang paling sering bikin bingung pemula: port yang menghubungkan MikroTik ke switch (dan switch ke switch lain) harus di-set sebagai trunk port — port yang bisa lewatin banyak VLAN sekaligus dengan tagging.
Kalau kamu pakai switch managed MikroTik (misal CRS series), konfigurasinya kira-kira begini:
/interface bridge port
set [find interface=ether1] pvid=1
Lalu tambahkan VLAN yang boleh lewat trunk itu:
/interface bridge vlan
add bridge=bridge1 tagged=ether1 vlan-ids=10,20,30,99
Untuk port yang mengarah ke device biasa (bukan trunk, misal langsung ke PC atau kamera CCTV), itu jadi access port — cuma boleh lewatin 1 VLAN tanpa tag:
/interface bridge port
set [find interface=ether5] pvid=30
Ini artinya ether5 (misal ke kamera CCTV) otomatis masuk VLAN 30 tanpa perlu si kamera tahu soal VLAN sama sekali — dari sudut pandang kamera, dia cuma nyambung ke jaringan biasa.
Langkah 4: Setting DHCP Server per VLAN (Opsional tapi Direkomendasikan)
Biar device di tiap VLAN otomatis dapat IP tanpa setting manual:
/ip pool
add name=pool-office ranges=192.168.10.10-192.168.10.200
add name=pool-cctv ranges=192.168.30.10-192.168.30.200
/ip dhcp-server
add name=dhcp-office interface=vlan10-office address-pool=pool-office lease-time=1d
add name=dhcp-cctv interface=vlan30-cctv address-pool=pool-cctv lease-time=1d
/ip dhcp-server network
add address=192.168.10.0/24 gateway=192.168.10.1
add address=192.168.30.0/24 gateway=192.168.30.1
Langkah 5: Atur Firewall Antar-VLAN
Ini langkah yang paling sering dilewatkan orang: VLAN saja tidak otomatis mengisolasi traffic di layer 3. Kalau semua VLAN ini masih dalam satu router yang sama dan tidak ada firewall rule, mereka tetap bisa saling routing satu sama lain.
Contoh rule dasar untuk blok VLAN Guest supaya nggak bisa akses VLAN Office/Production:
/ip firewall filter
add chain=forward src-address=192.168.99.0/24 dst-address=192.168.10.0/24 action=drop
add chain=forward src-address=192.168.99.0/24 dst-address=192.168.20.0/24 action=drop
add chain=forward src-address=192.168.99.0/24 dst-address=192.168.30.0/24 action=drop
Ini yang sering saya lihat dilewatkan orang yang baru belajar VLAN — mereka pikir VLAN sudah otomatis aman, padahal firewall rule ini yang benar-benar "mengunci" isolasinya.
Kesalahan Umum yang Sering Saya Temui
Dari pengalaman troubleshoot jaringan yang sudah "kadung" berantakan, beberapa kesalahan yang paling sering muncul:
- Lupa set trunk port — akibatnya VLAN tag ke-drop di tengah jalan, device di ujung nggak dapat koneksi sama sekali
- PVID salah di access port — device masuk ke VLAN yang salah, biasanya ketahuan pas device dapat IP dari DHCP server yang salah
- Firewall antar-VLAN nggak diset — VLAN cuma jadi "pemisah kosmetik", secara keamanan nggak ada bedanya sama flat network
- VLAN ID bentrok antar switch yang beda vendor — pastikan konsisten penamaan/ID di seluruh topologi, terutama kalau campur MikroTik dengan switch vendor lain
Testing Setelah Konfigurasi
Setelah semua rule di atas jalan, cara paling gampang untuk verifikasi:
- Colok device test ke port yang sudah di-assign VLAN tertentu
- Cek apakah dia dapat IP sesuai range VLAN itu (
ipconfigdi Windows atauip addrdi Linux) - Coba ping ke gateway VLAN lain — harusnya gagal kalau firewall sudah benar
- Cek log MikroTik (
/log print) kalau ada yang aneh
Penutup
VLAN ini salah satu skill dasar yang wajib dikuasai kalau kerja di IT infrastructure, apalagi di lingkungan pabrik yang device-nya beragam dan butuh segmentasi jelas. Begitu paham konsepnya, sebenarnya nggak serumit kelihatannya — yang penting jangan lupa 3 hal: interface VLAN, trunk/access port yang benar, dan firewall rule antar-segmen.
Kalau kamu butuh bantuan setting jaringan MikroTik/Ubiquiti untuk kantor atau bisnis kamu — baik itu VLAN, hotspot, atau troubleshooting jaringan yang lambat — saya buka jasa untuk itu. Cek portofolio saya di april-portfolio-pearl.vercel.app atau hubungi lewat halaman Contact.
Ada kasus jaringan spesifik yang mau ditanyakan? Drop di komentar, nanti saya bantu diskusikan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar